Mataram — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Irnadi Kusuma, S.STP., ME, bersama tim penanaman modal mengikuti rapat evaluasi program kerja tahunan di Ruang Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Irnadi menyampaikan bahwa Realisasi investasi NTB sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp61,10 triliun atau 100,02 persen dari target nasional sebesar Rp61,09 triliun yang ditetapkan Pemerintah Pusat melalui BKPM RI.
Realisasi investasi tertinggi berdasarkan lokasi berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kota Mataram, dengan sektor dominan meliputi ESDM, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta perindustrian. DPMPTSP NTB juga mencatat sekitar 4.000 realisasi perizinan, yang masih didominasi sektor peternakan.
Irnadi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain daerah dengan investasi rendah, kendala teknis sistem OSS berbasis risiko, serta perlunya pemutakhiran peta potensi investasi daerah. Ke depan, DPMPTSP NTB akan memperkuat digitalisasi layanan, optimalisasi konsultasi investasi, pengawasan perizinan berbasis risiko, serta mendorong investasi hijau yang berkelanjutan.
Anggota DPRD NTB menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut, termasuk percepatan regulasi investasi strategis dan pemberian insentif penanaman modal guna menjaga iklim investasi yang aman, berkelanjutan, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat NTB.

