Mataram – Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP., M.E., didampingi Analis Kebijakan Muda, Ibu Ulfah Juniwati, S.E., menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (6/2).
Kehadiran rombongan DPMPTSP NTB disambut hangat oleh Deputi Direktur sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario Kartiko Pamungkas, beserta jajaran. Pertemuan strategis ini mengupas delapan isu utama penguatan investasi daerah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi NTB yang berkelanjutan.
Dalam paparannya, Kepala DPMPTSP NTB menegaskan capaian membanggakan realisasi investasi tahun 2025 yang berhasil menembus angka Rp 61,1 triliun. Optimisme terus digaungkan untuk tahun 2026 dengan target kenaikan sebesar 12 persen atau mencapai Rp 68,43 triliun.
Transformasi struktur ekonomi juga menjadi sorotan penting. Pemerintah Provinsi NTB mendorong pergeseran investasi dari sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih berkelanjutan seperti Energi Baru Terbarukan (EBT), pariwisata, serta agroindustri. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan hijau dan inklusif.
DPMPTSP NTB turut menawarkan “menu investasi siap saji” melalui Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang mencakup tujuh proyek prioritas di sektor pariwisata, peternakan, dan perikanan. Seluruh proyek tersebut telah berstatus clean and clear dengan total nilai investasi lebih dari Rp 2,58 triliun, sehingga siap ditawarkan kepada calon investor.
Selain itu, forum juga membahas progres pengembangan Sea Plane yang saat ini memasuki tahap feasibility study guna mendukung konektivitas kawasan wisata strategis. Persiapan menuju NTB Investment Forum 2026 pun dipaparkan sebagai upaya memperluas jejaring promosi investasi di tingkat nasional dan internasional.
Menariknya, Bank Indonesia menghadirkan inovasi Regional Investor Relations Unit (RIRU) melalui program “Sasambo Investment Challenge 2026”. Program kompetisi investasi ini akan menggandeng DPMPTSP NTB sebagai mitra pelaksana daerah untuk menjaring proyek-proyek lokal potensial agar dibina hingga siap ditawarkan kepada investor.
Kolaborasi data, analisis ekonomi, serta sinergi kelembagaan antara DPMPTSP NTB dan Bank Indonesia menjadi modal kuat dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif, adaptif, dan berdaya saing. Langkah bersama ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya NTB Makmur Mendunia. 🌏🚀

